Jadwal Shalat

Prakiraan Cuaca

Statistik

  • Hari Ini 42
  • Bulan Ini 2.098
  • Total Hit 59.579
  • User Online 18
  • IP Anda 54.225.26.44

Pembangunan Tol Serang - Panimbang

Pemerintah menargetkan untuk Pembangunan Infrastruktur Yang akan dibangun dari tahun 2015 – 2019  adalah Jalan baru 2.350 Km, Jalan Tol 1.000 Km, salah satunya adalah Jalan Tol Serang Panimbang yang direncanakan dibangun sepanjang kurang lebih 84 Km.

Pada Tahun 2012 Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Bina Marga Banten telah mengadakan Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang dengan Hasil Studi bahwa Tol Serang Panimbang ini layak dari sisi Ekonomi tetapi belum layak dari sisi Finansial. Pada tahun 2015 Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaksanakan review studi kelayakan, desain awal, dan dokumen perencanaan pengadaan tanah Jalan Tol Serang-Panimbang. Dari hasil review ini pun hasil nya masih belum layak dari sisi Finansial oleh karena itu dibutuhkan suatu skema pendanaan yang dapat membantu/menstimulus investor agar tertarik untuk membangun Tol ini agar dapat layak dari sisi Finansial, sehingga dibutuhkan skema skema pendanaan yang inovatif.

Studi Kelayakan adalah suatu kegiatan yang diperlukan sebelum adanya pelaksanaan guna mendapatkan hasil pelaksanaan yang maksimal dimana kriteria Suatu Kegiatan Membutuhkan Studi Kelayakan antara lain:

  1. Menggunakan Dana Publik yang cukup besar, penting strategis berdasarkan kebijakan Publik.
  2. Mempunyai sifat ketidak pastian dan resiko yang cukup tinggi.
  3. Memiliki alternatif rute / teknologi yang cukup banyak
  4. Membutuhkan penentuan prioritas pelaksanaan karena keterbatasan dana
  5. Berdasarkan keinginan pemberi kerja.

Hasil Kegaitan studi Kelayakan.

  1. Formulasi dan sasaran proyek
  2. Penajaman tujuan dan implementasi strategi
  3. Urutan dari alternatif solusi atas dasar kelayakan
  4. Rekomendasi tipe penanganan.
  5. Indentifikasi kebutuhan investigasi lingkungan dan sosial.
  6. Kerangka Acuan studi kelayakan

Didalam studi kelayakan juga terdapat Penilaian atas kesesuaian lahan/tanah dan tata guna lahan serta rencana pengembangan wilayah harus dapat dipenuhi dalam upaya menghasilkan rekomendasi keputusan. Dan dalam menghitung kelayakan suatu kegiatan / proyek Indikator yang sering digunakan

  1. Teknis ( Panjang Jalan, volume pekerjaan tanah, Kemudahan Pelaksanaan)
  2. Lingkungan.
  3. Ekonomi /Finansial.
  4. Indikator lain yang mungkin dilakukan.

Adapun Cara Pengerjaan Tahapan pengerjaan Suatu Studi Kelayakan adalah sebagai berikut:

  1. Kajian Tentang Kebijakan Perencanaan (Formulasikan kembali kelas jalan dan jembatan, Ketentuan Perencanaan sebagai dasar)
  2. Kajian Tentang Lingkungan dan tata Ruang (Kumpulkan data sekunder aspek lingkungan, formulasikan keperluan penyusunan Amdal, Buat KAK dan Estimasi biaya untuk studi aspek lingkungan).
  3. Kajian Pengadaan Tanah (Siapkan peta dan koridor alt.pekerjaan, Estimasi Biaya untuk proses pembebasan lahan total).
  4. Survey Lalu lintas (analisa bangkitan, Kapasitas dan analisis pembuatan model)
  5. Topografi (Desain dan implementasi hasil survey, rumusan dan rekomendasi aspek teknis terhadap analisis topgrafi)
  6. Geometri (Hitung dan tetapkan standar desain geometri, tetapkan komponen strategi penanganan)
  7. Geoteknik (Informasi mengenai kondisi geologis wilayah, indentifikasi dan uji dampak dari isu kritis mengenai geoteknik yang dapat mempengaruhi kelayakan, pekerjaan penyelidikan tanah sesuai kebutuhan, analisi hasil penyelidikan tanah)
  8. Hidrologi (Pengumpulan data hidrologi, desain kondisi hidrologi sepanjang trase yang dipilih)
  9. Jembatan (Penentuan tipe jembatan yang sesuai berdasarkan parameter perencanaan, lakukan penilaiaan teknis)
  10. Aspek Keselamatan (Kumpulkan data sekunder yang berhubungan dengan analisis keselamatan, estimasi biaya faktor keselamatan, rumusan dan rekomendasi tindak lanjut)
  11. Aspek Ekonomi (Hitung Biaya – biaya jalan per km dan jembatan per m)
  12. Manfaat Proyek (hitung manfaat sampai akhir tahun rencana)
  13. Kelayakan Ekonomi (Kompilasi keseluruhan data biaya dan manfaat proyek, hitung indikator kelayakan ekonomi BCR, NPV,EIRR, lakukan analisi kepekaan dalam menghitung kelayakan ekonomi, buat urutan unggulan dari keseluruhan alt solusi atas dasar kelayakan ekonomi, kesimpulan dan saran).

BCR (Benefit Cost Ratio) adalah perbandingan antara prenst value benefit dibagi dengan present value cost bila nilainya lebih dari 1 = layak (membandingkan total manfaat terhadap total biaya yang telah didiskonto ke tahun dasar dengan memakai nilai suku bunga selama tahun rencana).

NPV (Nett Present Value) digunakan apakah suatu rencana mempunyai manfaat dalam periode waktu analisis (semua manfaat ataupun biaya mendatang yang berhubungan dengan sutau proyek didiskonto ke nilai sekarang dengan suatu suku bunga) layak bila nilai positif.

EIRR Tingkat pengembalian berdasarkan pada penentuan nilai suku bunga diskonto, dimana semua manfaat masa depan yang dinilai sekarang dengan discount rate tertentu adalah sama dengan biaya kapital atau total biaya.dalam perhitungan ini memcoba beberapa suku bunga.

Tujuan Penyelenggaraan Jalan Tol

  1. Pemerataan  pembangunan dan keseimbangan  dalam pengembangan wilayah
  2. Efisiensi pelayanan jasa distribusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
  3. Memperlancar lalu lintas/ meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas orang serta barang dan jasa
  4. Meringankan beban dana Pemerintah
  5. Meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam penyediaan prasarana

Manfaat Jalan Tol Bagi Pengguna Jalan

  1. Pengguna jalan tol mendapatkan keuntungan berupa penghematan biaya operasi kendaraan (BOK) dan waktu dibanding apabila melewati jalan non tol.
  2. Pengguna jalan non tol penghematan waktu perjalanan mengingat sebagian kendaraan melewati jalan tol. Dengan berpindahnya sebagian kendaraan melewati jalan tol maka kenyamanan pengguna jalan non tol akan meningkat.
  3. Manfaat Jalan Tol Bagi Badan Usaha: Mendapatkan pengembalian investasi melalui pendapatan tol yang tergantung pada kepastian tarif tol.
  4. Manfaat Jalan Tol Bagi Perkembangan Wilayah: Pembangunan jalan tol akan berpengaruh pada perkembangan wilayah dan peningkatan ekonomi, dan Alokasi dana Pemerintah dapat dialihkan ke daerah yang belum berkembang sehingga mendukung pengembangan di daerah yang belum berkembang tersebut

Tarif tol dihitung berdasarkan :

  1. Kemampuan bayar pengguna jalan,
  2. Besar keuntungan biaya operasi kendaraan (BKBOK),
  3. Kelayakan investasi.

Investasi dalam Jalan Tol sangat sangatlah dibutuhkan karena Indonesia negara berkembang, APBN terbatas, belum stabil, sangat memerlukan jaringan jalan baru untuk mendukung pembangunan ekonominya Sedangkan Pengembangan infrastruktur termasuk jalan adalah tugas pemerintah (Goverment Obligation), jika pihak swasta berpartisipasi harus mendapat keuntungan. Investasi Jalan Tol Biasanya dengan skema BOT (Bild Operate Transfer) adalah Suatu bentuk hubungan kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam rangka pembangunan proyek infrastruktur menurut  Pasal 1 ayat 12 PP No 38 th 2008 Bahwa Bangunan guna Serah adalah pemanfaatan barang milik negara berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan atau sarana berikut fasilitasnya kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah berserta bangunan setelah berakhirnya jangka waktu. Dan Menurut Permenkeu No 248/KMK.04/1995 BOT adalah Bentuk perjajian kerja sama antara pemegang hak atas tanah dengan investor, Pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada invstor untuk mendirikan bangunan selama masa perjanjian, Setelah masa perjanjian berkahir investor mengalihkan kepemilikan atas bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah. Pengusahaan jalan tol hanya selama masa konsesi, setelah selesai kembali ke pemerintah tanpa kompensasi apapun.

Permasalahannya adalah bagaimana mengatur sumber dana yang terbatas untuk investasi jangka panjang tanpa mempengaruhi bidang industri lain tetapi/bahkan dapat menyediakan prasarana yang diperlukan.

Karena Kemampuan pendanaan Pemerintah yang terbatas dan terjadi Gap yang cukup besar antara Rencana dan Kemampuan Pendanaan maka perlu didorong Peran serta Swasta untuk melakukan Pembangunan agar target target Pembangunan dapat tercapai adapun Kebijakan Untuk Memenuhi Gap Pendanaan diantara nya adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Peran Swasta dan Percepatan proyek Kerjasama Pemerintah dan  Badan Usaha dengan Percepatan proses pengadaan dengan melakukan revitalisasi dan harmonisasi peraturan perundangan tentang Kerjasama Pemerintah dan Badna Usaha (KPBU): Perpres 38/2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, Perpres 78/2010 tentang Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha yang Dilakukan Melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur, PP 50/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah.
  2. Penugasan kepada BUMN untuk proyek-proyek strategis seperti waduk, PLTA, jalan tol trans sumatera, angkutan pelayaran dan Penyediaan dana Penyertaan Modal Negara untuk BUMN yang ditugaskan dalam percepatan pembangunan infrastruktur
  3. Penyediaan Skema Pembiayaan untuk Mendukung Percepatan Proyek Infrastruktur antara lain Availability Payment/PBAS, Dana Penyiapan Proyek (PDF) – Transaksi, Viability Gap Fund (VGF), Bank Infrastruktur

Kondisi Saat ini

  • Nilai Investasi Prediksi Rp. 10.8 T
  • Jalan Tol Serang – Panimbang merupakan salah satu proyek percepatan strategis nasional sesuai amanat Perpres No 3 Tahun 2016
  • Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang diharapkan mampu mendukung peningkatan perekonomian dikawasan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
  • Rencana Lokasi Pengadaan Tanah Jalan tol Serang Panimbang telah sesuai dengan RTRW Kabupaten/Kota dan Provinsi yang tertuang dalam surat Rekomendasi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang dari Bappeda Banten No:050/5221-BAPP/2015.
  • Telah mendapatkan Persetujuan dari BLHD Provinsi Banten SK No :902/Kep.186-BLHD/XI/2015 tentang persetujuan KA- ANDAL dan AMDAL.
  • Penetapan Lokasi Oleh Gubernur Banten pada tanggal 29 Juni 2016.
  • Sepanjang proyek ruas jalan tol Serang – Panimbang melibatkan 1 (satu) Kota, 3 (tiga) Kabupaten, 14 (empat belas) Kecamatan, dan 50 (lima puluh) Desa di Provinsi Banten, dengan panjang  ± 84 Km
  • Total kebutuhan tanah untuk rencana jalan tol Serang – Panimbang ± 785.27 Ha, jumlah bidang tanah ± 4.851 bidang, dan untuk kebutuhan biaya Uang Ganti Kerugian (tanah, bangunan, tanaman, dan benda-benda diatasnya) akan dinilai oleh Konsultan Independen (Appraisal).
  • Pembebasan Lahan Ruas Jalan Tol Serang – Panimbang direncanakan dalam jangka waktu ± 560 Hari Kerja (2 Tahun 1,5 Bulan).
  • Untuk Tol Serang Panimbang ini Kemungkinan akan Menggunakan Skema Kerja Sama Pemerintan dengan Badan Usaha (KPBU) dimana dari 3 Seksi, Seksi 1 dan Seksi 3 akan dibangun oleh Investor dan Seksi 3 dibangun oleh Pemerintah.
  • Pada umumnya secara keseluruhan kepemilikan tanah adalah sebagai berikut :
  1. Kepemilikan Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh perusahaan pemerintah yang bergerak dibidang perkebunan.
  2. Kepemilikan Letter-C atau Girik untuk daerah perkebunan milik warga.
  3. Kepemilikan Akta Jual Beli (AJB) untuk kepemilikan warga masyarakat di perkebunan atau pemukiman, Kepemilikan Sertifikat untuk sebagian daerah pemukiman atau pesawahan
  • Telah dilakukan Survey bersama dengan Calon Investor (Konsorsium Wijaya Karya Pembangunan Perumahan dan Jababeka Infrastruktur), Bagian Pembebasan Lahan Kementrian PUPR, BPJT, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan Kemenkeu pada tanggal 10 Nopember 2016 dengan melakukan survey perjalanan dari titik awal sampai dengan Panimbang /KEK Tanjung Lesung melewati Trase Jalan Existing  yang ada desebelah rencana Tol dan telah ada Pematokan oleh bagian pembebasan lahan dari STA awal seksi 1.
  • Perjalanan tersebut dimulai dari Exit Serang Timur Menuju Jalan Ciruas Petir (Jalan Provinsi) dengan Kondisi Existing saat ini Jalan sudah Beton Lebar Jalan 6 m s.d 7 m karena Tol ini nantinya akan sejajar dengan Jalan Ciruas Petir sampai ke Rangkasbitung, dari rangkasbitung (Jalan Nasional Rangkas – Pandeglang ) menuju Jalan Warung Gunung Gunung Kencana (Jalan Kabupaten Lebak)  dengan Kondisi Existing saat ini Jalan sudah ada yang Beton dan ada juga Hotmix Lebar Jalan 5 m s.d 7 m Rencana Tol Juga berada pada sejajar jalan ini sampai di Cileles, dari Cileles rencana Jalan tol ini akan berbelok lalu kami melewati Jalan Kabupaten Lebak /Jalan Cileles Bojong dengan  Kondisi Existing saat ini Jalan Hotmix Rusak Lebar Jalan 3 m s.d 5 m, Sampai di Jalan Saketi Malimping (Jalan Provinsi) Kondisi Baik Jalan Beton dengan Lebar 7 m menuju Jalan Nasional Saketi –Labuan – Panimbang. 
  • Pada perjalanan tersebut kami melihat posisi posisi Simpang susun dan akses menuju lokasi simpang susun tersebut dari jalan existing yang ada saat ini.
  • Pada saat ini masih dalam tahap negosiasi antara BPJT (Pemerintah) dengan calon investor karena investor meminta dana dukungan tunai atau VGF Viability Gap Fund lebih dari 49 % dimana berdasarkan ketentuan dana tunai maksimal yang dapat diberikan oleh pemerintah adalah sebesar 49%, secara terpisah menurut Dirjen Bina marga bahwa VGF yang diminta oleh investor ini dua kali lebih besar dari perkiraan semula pemerintah.

Ruas Tol Serang – Panimbang ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Banten karena dapat membuka wilayah antara Wilayah Utara yang sudah dulu berkembang dengan Wilayah Selatan Banten yang belum berkembang sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan nantinya. Dan akan dipertajam kembali bahwa Jalan Tol ini sangat dibutuhkan (karena Penghematan Waktu) Waktu tempuh lebih baik dibandingkan dengan jalan yang ada  saat ini, melihat kondisi  bahwa disebelah rencana Tol ini tidak ada Jalan Arteri dan jalan existing juga belum terlalu maced.

Dipertajam Juga dengan komitmen Tata Ruang Wilayah Pengembangan Wilayah (Kawasan Industri, Pemukiman dll) Guna dapat menaikan Rancana Traffic agar Bisnis Plan dapat  sesuai dengan yang diharapkan. Karena Dalam Bisnis Jalan Tol Operator tidak akan selalu lebih diuntungkan dalam hal suatu wilayah dapat dengan mudah dan cepat berkembang.karena harga Jual Tanah menjadi tinggi setelah mendapatkan akses (intercange) dari Tol tersebut.

Dikarenakan pada sepanjang trase Tol Serang Panimbang ini kondisi nya masih belum terlalu padat dan salah satu Tujuan awal nya pembangunan Tol Serang Panimbang ini adalah untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sehingga Tol ini akan dapat dirasakan manfaatnya yang cukup besar oleh masyarakat adalah bila telah selesai 100% yaitu sepanjang 84 Km tersambung.

Dengan sudah adanya regulasi yang mendorong untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan untuk menjamin investor agar dalam bekerja /menanamkan modalnya untuk tidak terlalu khawatir bahwa akan dijamin oleh negara, maka diharapkan Proyek Tol Serang Panimbang ini dapat segera terealisasi.  

Pada kelanjutannya nanti Jalan Tol ini diharapkan tidak hanya berhenti di ujung Panimbang tapi juga harus bisa /dapat diteruskan menyusuri pantai selatan bahkan dapat juga tersambung dengan provinsi lain pada sisi pantai selatan

Download File
1.551 Pengunjung

Jadwal Shalat

Prakiraan Cuaca

Statistik

  • Hari Ini 42
  • Bulan Ini 2.098
  • Total Hit 59.579
  • User Online 18
  • IP Anda 54.225.26.44

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Jl. KH. Abdul Fatah Hasan No. 25 Serang - Banten. Telp. (0254) 219761 Fax. (0254) 219760