Jembatan Ciberang, Salah Satu Fokus Penanganan Pasca Bencana
Jembatan Ciberang, Salah Satu Fokus Penanganan Pasca Bencana
Jembatan Ciberang, Salah Satu Fokus Penanganan Pasca Bencana
Jembatan Ciberang, Salah Satu Fokus Penanganan Pasca Bencana

Jembatan Ciberang, Salah Satu Fokus Penanganan Pasca Bencana

PRESS RELEASE

Nomor: 360/042-Humas/DPUPR/II/2020

 

Akibat bencana banjir dan longsor awal tahun lalu, ruas jalan Cipanas-Warung Banten lumpuh akibat jembatan putus dan 16 titik longsor yang menutup akses jalan. Sejak awal tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten terus melakukan penanganan pasca bencana. Mulai dari membersihkan material akibat longsoran guna membuka akses jalan dari titik satu ke titik lainnya, ikut membantu proses evakuasi korban, hingga melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak. Sampai dengan hari ini tim teknis DPUPR Provinsi Banten sudah berhasil membuka akses jalan di 16 titik longsor dan membangun Jembatan darurat Bailey.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Moch. Tranggono melakukan kunjungan kerja terkait monitoring dan pengawasan penanganan pasca bencana yang dilakukan oleh tim teknis DPUPR Provinsi Banten di ruas jalan Cipanas-Warung Banten didampingi Kepala UPTDJJ Wilayah Lebak, Agus Mufariq pada Rabu siang (26/2). Selain itu, sekaligus untuk meninjau kondisi badan jalan yang kembali tergerus akibat longsor susulan. Setelah berhasil membuka akses di 16 titik longsor, kini tim memfokuskan penangnan pada Jembatan Ciberang yang hanyut terbawa aliran sungai akibat banjir dan longsor awal tahun lalu. Sementara itu, warga dibantu relawan membuat jembatan penyebrangan sementara yang terbuat dari bambu untuk warga dan gantung untuk warga yang membawa sepeda motor. Sehingga apabila debit air sungai kembali tinggi jembatan bambu tersebut akan kembali terendam atau bahkan terbawa arus, dan warga harus membuat jembatan sementara lagi.

“Kami memutuskan untuk fokus membangun Jembatan Ciberang. Untuk rancangan Detail Engineering Design (DED) terkait pembangunan jembatan ini sudah disiapkan, termasuk pula untuk bahan-bahan yang sudah mulai berdatangan sejak kemarin.” Ujar Kepala UPTDJJ Wilayah Lebak, Agus Mufariq.

Jembatan pelintasan ini nantinya akan dibuat dari rangka baja pelengkung yang akan memiliki ciri khas tersendiri bahkan ketika terjadi banjir maka jembatan akan dibiarkan saja terendam namun tetap kokoh dengan bentang 80 meter dari kondisi eksisting 60 meter. Rencana pembangunan ini akan dianggarkan pada perubahan di tahun 2020. Semoga penanganan ini dapat selesai secepatnya dan diberi kelancaran.

(PRESS RELEASE HUMAS DINAS PUPR PROVINSI BANTEN)

 

 

Serang, Selasa 28 Februari 2020

(KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG PROVINSI BANTEN)