Banjir Bandang Menerjang Jembatan Limpasan Darurat Ciberang
Banjir Bandang Menerjang Jembatan Limpasan Darurat Ciberang

Banjir Bandang Menerjang Jembatan Limpasan Darurat Ciberang

PRESS RELEASE
Nomor: 366/085-Humas/DPUPR/V/2020
 

Hujan lebat kembali mengguyur ruas jalan Cipanas-Warung Banten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Curah hujan yang tinggi membuat debit air meningkat, arus sungai menjadi deras, dan mengakibatkan banjir bandang. Di awal tahun 2020 lalu, banjir bandang bahkan mampu menghanyutkan rangka baja Jembatan Ciberang. Dan hal tersebut kembali terjadi di Desa Muara kamis lalu (30/4). Akibatnya, jembatan limpasan darurat yang sudah dibangun sejak Maret dan difungsikan pada bulan April oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten mengalami kerusakan, membuat 12 box culvert hanyut diterjang arus dari pertemuan sungai Ciladaeun dan Ciberang pada pukul 15.30 WIB. Kemudian dua box culvert rusak berat, dan hanya tersisa sebanyak 25 box culvert yang masih utuh.

Konsep jembatan limpasan ini dibuat agar jika terjadi banjir air sungai dapat melimpas diatas box culvert tersebut. Pada proses pembuatan jembatan, sudah beberapa kali terjadi banjir dan tetap aman. Konsep ini diambil sebab debit sungai di lokasi tersebut sangat besar dan lokasinya tepat berada pada pertemuan antara dua sungai besar yaitu Ciberang dan Ciladaeun. Sedangkan periode ulang banjir hampir sama dengan periode ulang hujan, sehingga mengakibatkan banjir apabila turun hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut. Adapun upaya yang dapat dilakukan saat ini supaya jembatan tersebut tetap dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat sekitar, dengan menggunakan balok kayu sebagai lantai jembatan pengganti box culvert yang hanyut terbawa arus. Hal ini berkaitan pula dengan anggaran yang terbatas dan kondisi arus sungai saat ini, sehingga tidak memungkinkan jika membuat jembatan bailey sebagai alternatif.

"Perlu kami sampaikan juga bahwa jembatan ini tidak bersifat permanen, tetapi merupakan jembatan darurat yang bersifat sementara atas dasar berbagai pertimbangan dan perencanaan sebelumnya. Pembuatan jembatan permanen pada dasarnya dapat selesai dalam jangka waktu tujuh bulan, sehingga apabila sudah jadi maka jembatan darurat akan dibongkar. Namun dikarenakan situasi pandemi, maka pekerjaan pembuatan jembatan permanen harus menunggu sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan" tutur Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Banten.

(PRESS RELEASE HUMAS DINAS PUPR PROVINSI BANTEN)

 

 

Serang, Senin 4 mei 2020

(KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG PROVINSI BANTEN)