Cekcok Beda Pilihan Capres, Timses Caleg Kena Bogem Mentah Oknum Caleg

Cekcok Beda Pilihan Capres, Timses Caleg Kena Bogem Mentah Oknum Caleg

SERANG, (KB).- Situasi menjelang Pemilu 2019 rupanya kian semakin panas. Salah satunya, bahkan harus dirasakan Sunardi Rumsing (50), seorang tim sukses caleg. Ia terkena bogem mentah setelah terlibat cekcok mengenai perbedaan pilihan capres-cawapres pada Selasa (12/2/2019).

Informasi yang diperoleh, kejadian ini bermula saat Sunardi baru saja pulang kerja dan hendak menghadiri rapat undangan tim di posko pemenangan di sekitar Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang. Di posko tersebut, ia kedatangan tamu dari sejumlah warga Perumahan Bumi Indah Permai (BIP) untuk meminta daftar pemilih tetap (DPT) yang baru untuk Pemilu 2019.

Setelah permintaan itu dipenuhi, warga Komplek Bumi Agung Permai (BAP), Blok T9/12 RT 002/023, Kota Serang ini, kemudian mendapatkan telepon dari seseorang yang bernama Deri. Usai berkomunikasi melalui telepon, keduanya janjian untuk bertemu di sekitar Stadion Maulana Yusuf Kota Serang.

“Pas saya udah nyampe, di situ sudah ada Deri sama teman saya. Kita lalu ngobrol. Lama-kelamaan membicarakan tentang kemenangan presiden,” kata Sunardi saat menceritakan kepada wartawan awal mula kronologi pengeroyokan yang ia alami di kantor Bawaslu Kota Serang, Selasa (19/2/2019).

Menurut Sunardi, Deri merupakan anak seorang calon anggota legislatif (Caleg) Kota Serang. Karena kedua orang ini memiliki kepentingan atas latar belakang partai yang berbeda, intensitas perdebatan tentang pilihan capres-cawapres di antara keduanya pun jadi semakin tinggi.

Anak caleg tersebut, kata Sunardi, keukeuh bicara kepadanya bahwa Prabowo Subianto akan menjadi Presiden di 2019. Sementara, Sunardi juga tidak mau kalah. Dia mengatakan bahwa petahana Joko Widodo, masih kuat dan akan menang di Pemilu 2019.

Perbincangan keduanya tentang pilihan capres-cawapres lalu berujung kepada debat kusir. Bahkan di hadapan Sunardi, Deri sempat menyinggung tentang dukungan sejumlah alumni sekolah di Kota Serang kepada jagoannya Prabowo Subianto. Mendengar hal tersebut, Sunardi pun naik pitam dan menyuruh Deri agar segera pulang dari tempat tersebut.

“Obrolannya enggak berlanjut. Dia malah membeberkan alumni, sampai akhirnya debat kusir terjadi. Saya pun inisiatif menyuruh dia pulang. Kamunya pulang aja dari sini, kamu disini tamu. Tolonglah hargai tuan rumah,” ujar Sunardi melanjutkan ceritanya.

Setelah perdebatan itu berakhir, kedua orang beda latar belakang dukungan capres-cawapres ini kemudian pulang ke rumah masing-masing. Namun sesampainya di rumah, Sunardi mendapat telepon dari rekan tim pemenangannya dan meminta untuk kembali ke stadion.

Sebelum berangkat ke stadion, Sunardi kaget setelah diberitahu rekannya bahwa ia telah melakukan pemukulan terhadap Deri. Tanpa pikir panjang, Sunardi langsung kembali ke stadion untuk menjelaskan perihal kabar tidak benar tersebut.

Setibanya di stadion, Deri sudah tiba bersama bapaknya yang merupakan caleg Kota Serang Husin Iskandar. Niatnya untuk menjelaskan perihal kabar tidak benar tersebut, malah berujung bogem mentah dari Husin Iskandar yang terlanjur emosi mendengar kabar anaknya telah mendapat pemukulan.

“Saya datang untuk menjelaskan bahwa tidak ada pemukulan. Tapi mungkin bapaknya itu sudah terkena laporan yang mengada-ada, hingga akhirnya emosi. Saya langsung dipukul oleh bapaknya itu pada bagian dada dan mata,” tuturnya.

Pada saat pemukulan terjadi, Sunardi tidak melakukan perlawanan. Menurut dia, bukan hanya Husin yang meluapkan emosi dengan bogem mentah tersebut. Anaknya, Deri, juga ikut mengeroyok setelah diduga menyimpan dendam pasca cekcok pilihan capres dengan Sunardi.

“Saya enggak melawan, karena niatnya pingin ngejelasin kepada mereka. Padahal kita juga ada saksi tidak ada pemukulan. Teman-teman saya yang menyaksikan pas saya ngobrol sama Deri waktu itu,” ucap Sunardi.

Sebelum melaporkan perkara ini kepada Bawaslu Kota Serang, Sunardi menunggu etikat baik dari Husin dan anaknya untuk datang meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun setelah satu minggu pascakejadian, bapak dan anak ini tak kunjung datang untuk melakukan mediasi atau minta maaf.

“Saya tunggu etikat baiknya, tapi enggak datang-datang. Ya sudah, saya lapor saja buat keadilan. Saya juga sudah lapor sambil membawa bukti hasil visum dan rekaman CCTV-nya,” kata Sunardi yang didampingi Laision Officer Partai Nasdem Kota Serang Rian Supriadi saat menyerahkan laporan ke kantor Bawaslu Kota Serang.

Terancam sanksi pidana 

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Serang Faridi mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian kembali atas perkara yang dilaporkan tersebut. Jika terbukti ada unsur penganiayaan sesuai Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Pelanggaran, maka caleg atas nama Husin Iskandar bisa dikenakan sanksi pidana atas laporan tersebut.

“Kita akan laporkan dulu ke Sentra Gakkumdu terkait dengan pasal-pasal atau dugaan yang kita sangkakan seperti apa. Kalau unsur laporannya terpenuhi, yang dilaporkan bisa dapat sanksi pidana,” katanya. (Rifat Alhamidi)*