Kemsos RI dan Dinsos Banten Lakukan Tracing dan Menghilangkan Trauma Untuk Korban

Kemsos RI dan Dinsos Banten Lakukan Tracing dan Menghilangkan Trauma Untuk Korban

Kementerian Sosial RI selain memenuhi kebutuhan dasar juga memberikan perlindungan sosial untuk kelompok rentan, yakni anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda.

PLH Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kanya Eka Santi menyatakan, untuk memberikan perlindungan sosial kepada tiga kelompok rentan tersebut, pihaknya telah menerjunkan 19 Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) di Banten maupun Lampung.

“Sebanyak delapan orang ditugaskan di Banten dan 11 orang di Lampung Selatan. Tugas mereka yang paling mendasar adalah memastikan reunifikasi, atau mempertemukan anak yang terpisah karena tsunami agar berkumpul kembali dengan orangtua atau keluarganya,” kata Kanya, di Jakarta, Rabu (26/11/2018).

Sebanyak delapan Sakti Peksos di Banten memperkuat empat Posko Perlindungan Anak yakni di RSUD Banten, RSUD Drajat Kabupaten Serang, RSKM Cilegon, dan Posko Kecamatan Labuan, Pandeglang. 

Keberadaan delapan personel Sakti Peksos Kementerian Sosial diperkuat dengan tiga orang petugas dari Dinas Sosial Provinsi Banten. “Tugas melakukan  tracingterhadap anak hilang ini, harus dilakukan secara simultan dengan tugas-tugas lain terkait masalah sosial,” kata Kanya.

Berdasarkan data pagi ini pukul 02.00, Posko Kemensos Labuan, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 806 jiwa. Dengan perincian, klaster balita (0-5 tahun) sebanyak 86 jiwa; klaster anak (6-12 tahun) sebanyak 94 jiwa; klaster remaja (13-17 tahun) sebanyak 54 jiwa, dan klaster dewasa (18-49 tahun) sebanyak 491 jiwa, dan klaster lansia (di atas 50 tahun) sebanyak 81 jiwa.

Sejak Selasa (25/12/2018), di Posko Labuan sudah mulai diaktifkan Pondok Ceria Anak (PAC). Di PAC anak-anak dilibatkan dalam berbagai macam aktivitas yang pada intinya membuat mereka gembira, mengurangi trauma, dan diajak beraktivitas yang bersifat edukatif dan kreatif.