Kisah Penerima PKH Di Banten, Sukses Kuliah Di UI Dan Lolos CPNS

Kisah Penerima PKH Di Banten, Sukses Kuliah Di UI Dan Lolos CPNS

Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Banten, terbukti mampu meringankan beban hidup dan menjadi pintu meraih kesuksesan.


Hal ini dirasakan oleh keluarga Ibu Euis Kurniasih dan Bapak Ariful. Pasangan suami istri dari Linkungan Gudang RT/RW 03, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang Kota Cilegon Provinsi Banten.

Keluarga ini memiliki sembilan orang anak. Empat diantaranya saat ini sudah berkeluarga, lainnya masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Universitas Indonesia (UI), SMA, SMP dan SD.

Satu putranya, Arya telah menyelesaikan pendidikannya di UI, dan namanya lolos seleksi tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. 

Euis  didampingi suaminya dan pendamping PKH Lidya ditemui dikediamanya, Minggu (20/1) mengaku terharu ketika mendengar anaknya diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kebahagiaan kami sekeluarga tidak henti-hentinya, setelah Arya lulus kuliah  dan lolos tes CPNS dengan nilai terbaik. Alhamdulillah, dan kami selalu berdoa agar Arya tetap menjadi anak baik dan bermanfaat bagi masyarakat lainya yang kurang beruntung. Apalagi Arya nanti bekerja di Kementerian Sosial," harapnya.
 
Euis mengungkapkan, sejak suaminya tidak bekerja karena ada pemutusan hubungan kerja (PHK), kehidupannya langsung berubah drastis. Ditambah ia dinyatakan mengindap kanker rahim setelah melahirkan anak ke-sembilan.

"Sejak saya sakit-sakitan, suami hanya bisa kerja serabutan karena harus mengurus anak-anak dan saya," ungkapnya.

Sementara itu pendamping PKH yang selama ini membantu keluarga Euis-Ariful, Lidya mengaku senang dengan capaian dialami oleh keluarga tersebut.
 
"Semoga keluarga ini bisa memotivasi keluarga penerima manfaat PKH lainnya, keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan," kata Lidya.
 
Sedangkan,  Arya mengucapkan terima kasih kepada Kemensos, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten  serta Lidya yang selalu membantu dengan memberikan pendampingan yang tak kenal lelah.

"PKH ini sangat membantu keluarga kami dalam memenuhi kehidupan sehari-hari dan juga meringankan biaya pendidikan sehingga kami dapat memenuhi hak kami dalam menempuh pendidikan," Kata Arya.
  
Melihat kondisi masyarakat saat ini, Arya berharap ada manfaat lebih lainnya dapat ditingkatka  dari pemerintah pusat , provinsi dan kabupaten/kota. Yang penting lagi, memberikan perhatian lebih kepada para pendamping PKH.

"Harapan kamk tentunya, agar program ini semakin dikembangkan ke seluruh sektor keluarga yang tidak mampu di Indonesia dan para pendamping juga ditingkatkan kesejahteraannya agar mampu memberikan kualitas pendampingan yang maksimal," harap Arya, anak ke 5 dari 9 bersaudara ini.

Kepala Dinsos Banten, Nurhana menegaskan, kisah Ibu Euis dan Pak Arifnal,  adalah salah satu kesusksesan manfaat dari PKH.

"Ini merupakan bukti bahwa program seperti PKH yang dibiayai kementerian sosial maupun Jamsosratu (jaminan sosial rakyat Banten bersatu) yang dibiayai APBD sebagai sebuah program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga, sangat bermanfaat selain membantu memenuhi kebutuhan dasar juga memiliki multiplier effect yang sangat baik," kata Nurhana.

Dikatakan dia, dampak positif, terjadi sebagai akibat dari kewajiban para penerima manfaat untuk menyekolahkan anak anaknya. Komitmen inilah yang dibangun dengan para penerima manfaat salah satunya melalui bidang pendidikan.

"Dari kesuksesan Arya masuk sebagai CPNS Kemensos, serta adiknya yang juga bersekolah di Universitas Indonesia ini adalah contoh cerita sukses dari program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga, maka program-program seperti ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak," ungkapnya.

Kepala Selsi Jamsoskel pada Dinsos Banten, Budi Darma mengungkapkan, pemprov sesuai petunjuk dan arahan dar  Gubernur dan Wakil Gubernur Banten , Wahidin  Halim-Andika Hazrumy, memiliki concern dan komitmen yang tinggi terhadap program program semacam ini.

Hal ini terbukti dari bertambahnya jumlah penerima manfaat Jamsosratu pada tahun 2019 ini dengan menambah besaran bantuan bagi para penerima manfaat.

"Melalui cerita sukses Arya beserta adik nya, kami berharap ini menjadi pemicu semangat para penerima manfaat program sejenis agar memiliki semangat yang sama dalam menghadapi kesulitan hidup, hal ini pun harus dimaknai bahwa setiap kita semua warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh kehidupan dan kesejahteraan sosial yang layak," ujar Budi.