Pembangunan Ditarget Rampung 2019, Waduk Karian Dipercepat


LEBAK - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan pengalihan Sungai Ciberang ke Bendungan Karian, di lokasi pembangunan Waduk Karian, Kecamatan Sajira, Rabu (30/8/2017).  Menteri Basuki berharap, dengan telah mulai dialihkannya aliran Sungai Ciberang, pembangunan Waduk Karian yang merupakan waduk terbesar di Asia Tenggara itu bisa dipercepat dan rampung pada Mei 2019.

“Sekarang progres hampir 40%, (lewat pengalihan aliran) bendungan utama baru bisa dibangun intensif. Target kita Mei 2019,” ujar Basuki Hadimuljono di sekitar lokasi Bendungan Karian. Menurut Basuki, pembangunan bendungan telah dimulai sejak Oktober 2015. Luas area genangan diperkirakan mencapai 1.740 hektare (ha) dan mampu menampung 207,5 juta meter kubik air untuk mengalir daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 hektare.

“Bendungan ini juga akan menyuplai kebutuhan air untuk kawasan perkotaan dan industri di Lebak, Tangerang Raya dan DKI Jakarta sebesar 9.1 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan akan memenuhi kebutuhan air baku untuk wilayah Serang dan Cilegon sebesar 5,5 meter kubik per detik,” ujarnya.

Melalui pembangunan bendungan ini, ujar Menteri Basuki, wilayah di sekitarannya juga akan menjadi tempat wisata air terbaru seperti di Wonogiri, dan menjadikan wilayah Lebak lebih hijau.  “Jika sudah terbangun, Bendungan Karian akan memiliki potensi pembangkit listrik kira-kira sebesar 1,8 megawatt. Keberadaan waduk ini pasti akan menjadi daerah wisata yang banyak dikunjungi. Dengan jalan masuk yang bagus bisa berkembang menjadi tempat wisatanya,” katanya.

Gubernur Banten Wahidin Halim yang juga hadir menyambut baik percepatan pembangunan Bendungan Karian. Menurut Wahidin, dengan adanya bendungan ini, akan banyak memberikan manfaat bagi warga Banten. “Kehadiran bendungan ini era kebangkitan masyarakat Banten,” ucap Wahidin.

Jembatan gantung

Sementara pada kesempatan lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membantu pembangunan jembatan gantung untuk masyarakat Provinsi Banten. Rencananya bantuan pembangunan sarana tersebut minimal sebanyak 30 unit. “Bantuan ini atas perintah Bapak Presiden Joko Widodo,” tutur Basuki Hadimuljono.

Menurut Basuki, perhatian Presiden Jokowi cukup besar untuk memberikan bantuan pembangunan jembatan gantung tersebut. Namun, itu tidak hanya di Kabupaten Lebak melainkan daerah lain di Banten yang membutuhkan pembangunan jembatan gantung. Apalagi, Provinsi Banten banyak daerah aliran sungai sehingga membutuhkan jembatan gantung. “Karena itu, kami berharap Pemprov Banten dapat mengalokasikan daerah mana saja yang membutuhkan,” katanya.

Basuki mengatakan, perhatian Presiden Jokowi terhadap Provinsi Banten kemungkinan pada tahun 2018-2019 akan ditambah kembali dengan direalisasikan berbagai pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sebagai pembantu presiden, tentu kami akan merealisasikan janji Pak Jokowi untuk membuktikan pembangunan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Banten, ucap Basuki, dapat bekerja sama dengan baik untuk mendukung proyek pembangunan nasional dengan pembebasan lahan jalan Tol Serang-Panimbang.  “Sesuai dengan target pelelangan pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang selesai akhir tahun 2017, jika pelelangan pembangunan itu sudah diselesaikan maka bisa dikerjakan awal Januari 2018.

Bupati Lebak Iti Octavia, menyambut baik bantuan untuk pembangunan jembatan gantung dari dari Kementerian PUPR. Hal itu beralasan karena di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 378 jembatan gantung rusak yang kondisinya cukup memprihatinkan sehingga perlu dilakukan pembangunan.
“Pemerintah pusat telah melakukan pembangunan sebanyak 10 jembatan gantung. Tetapi karena masih banyak ditemukan dalam kondisi rusak berat, kami berharap Lebak tahun ini mendapat bantuan pembangunan jembatan gantung,” tuturnya. (Andy Zulfiana)

(Sumber : www.kabar-banten.com)


Tentang Kami


Statistik Kunjungan