Rp 27 Miliar Untuk Lahan Jalan Penghubung Tol Serang - Panimbang di Cikeusal


SERANG – Proyek jalan tol Serang-Panimbang saat ini sudah mulah tahap konstruksi. PT Wijaya Karya Serang Panimbang selaku kontraktor pembangunan salah satu proyek strategis nasional itu sedang melakukan clearing dan pembangunan jalan pendukung dan batching plant.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pun tahun ini akan membebaskan lahan jalan penghubung exit tol tersebut yang berada di Cikeusal dengan jalan umum.

Anggaran sebesar Rp 27 miliar pun disipankan Pemprov Banten untuk membebaskan lahan tersebut. Dana itu digunakan untuk membebaskan lahan seluas 10 kilo meter.

“Kita akan buat jalan baru. Tahun ini pembebasan lahannya, tahun depan konstruksi,” ujar Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Hadi saat dijumpai di kantor DPRD Provinsi Banten, Selasa (6/3).

Dijelaskan Hadi, akan ada tujuh exit tol di jalan tol sepanjang 85 kilometer tersebut. Tahun ini yang akan dibebaskan lahan jalan penghubung hanya untuk satu exit tol saja, enam lainnya dilakukan tahun depan.

Pembebasan lahan jalan penghubung di exit tol di Cikeusal menjadi pertama yang dilkaukan oleh Pemprov Banten karena di lokasi itu yang membutuhkan lahan paling banyak. Selain itu, lokasi tersebut menjadi exit tol pertama.

Selain exit tol di Cikeusal, exit tol lainnya yang memerlukan lahan banyak untuk jalan penghubung yaitu di Petir, Pagelaran, dan satu exit tol di Kabupaten Lebak.

“Ada bebebrapa yang tersambung dengan jalan desa. Ada juga yang langsung tersambung ke jalan provinsi,” kata Hadi.

Terkait exit tol yang tersambung ke jalan desa, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan, pemerintah perlu melakukan peralihan aset terlebih dahulu agar tidak menjadi persoalan.

“Alihkan asetnya ke pemerintah provinsi, toh itu bisa lahirkan ekonomi, bisa dibangun hotel, rumah makan, dan lainnya,” ujar Asep.

Menurut Asep, Pemerintah Provinsi Banten dengan pemerintah kabupaten kota harus duduk bersama untuk menyelsaikan persoalan tersebut.

Keberadaan jalan tol sendiri dinilai Asep bisa mendorong perkembangan ekonomi di Banten Selatan, karena itu pemerintah harus mendukung secara penuh proyek tersebut.

Namun, pemerintah tetap perlu memperhatikan aturan dan pertanggung jawaban atas setiap kebijakan yang diambil dalam mendukung proyek tersebut.

“Pemerintah provinsi harus bisa memfasilitasi PT Wika dengan pemerintah kabupaten kota yang lahannya menjadi lokasi tol,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Tol Serang Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang Entus Asnawi Mukson menjelaskan, pembangunan Tol Serang Panimbang akan dibagi menjadi dua porsi pengerjaan. Dari total panjang panjang 83,677 kilometer (km), PT Wijaya Karya (WIKA) akan menggarap sepanjang 50,677 km. Sementara sisanya 33 km lebih akan dibangun oleh pemerintah.

Selain dukungan proses pembebasan lahan, pihaknya juga mengharapkan dukungan dari pemda terhadap penyediaan lahan untuk kolektor tol pada akses pintu masuk keluar tol. Kolektor tol ini setidaknya membutuhkan ruas jalan dengan lebar tujuh meter. “Ini sudah sering kita bahas,” kata Entus. (Andy Zulfiana)

(Sumber : www.radarbanten.co.id)


Tentang Kami


Statistik Kunjungan