Tahun ini, Dinas PUPR Banten Targetkan Perbaiki 100 Kilometer Jalan Rusak


SERANG – Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Provinsi Banten telah menargetkan pembangunan jalan rusak sepanjang 165 kilometer (km) akan diselesaikan selama dua tahun. Pada 2018, akan membangun 100 km. Sisanya diselesaikan 2019.

Kepala Dinas PUPR Banten Hadi Suryadi mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan tidak terpengaruh persiapan arus mudik 2018. Sebab, jalur mudik semuanya sudah disiapkan sejak awal. “Dua tahun lagi kita selesaikan semua pembangunan jalan provinsi yang rusak. Nantinya tinggal pemeliharaan saja,” kata Hadi kepada wartawan, Rabu (30/5).

Menurut Hadi, hingga tahun 2018 masih ada sekira 165 km jalan yang menjadi kewenangan provinsi yang masih rusak. Sedangkan jalur lainnya sudah dibangun melalui anggaran tahun jamak sesuai dengan Perda Pembangunan Infrastruktur yang dimiliki Pemprov Banten. “Tahun depan tinggal mengerjakan 65 kilometer lagi. Tahun ini kita garap 100 kilometer,” ungkapnya.

Hadi melanjutkan, sejumlah ruas jalan provinsi yang saat ini dalam proses lelang untuk diselesaikan tahun anggaran 2018, di antaranya jalur Parigi-Sukamanah, Pontang-Kronjo di Kabupaten Tangerang dan Serang; Kramatwatu-Tonjong di Kabupaten Serang; Mengger-Mandalawangi, Picung-Munjul, dan ruas Munjul-Cikeusik di Kabupaten Pandeglang.

Terkait anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan yang ada di Dinas PUPR Provinsi Banten. Tahun 2018 sebesar Rp1,4 triliun. Anggaran tersebut di antaranya sekira Rp300 miliar untuk pembebasan lahan dan sekira Rp700 miliar untuk pembangunan jalannya. “Lain-lainnya untuk irigasi, situ, danau, dan infrastruktur penunjang lainnya,” kata Hadi.

Sementara untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2018, ia memastikan semua ruas jalan yang akan menjadi jalur mudik Lebaran 2018, terutama yang menjadi kewenangan Provinsi Banten dalam kondisi baik dan bisa dilalui kendaraan dengan lancar.

Hadi mengatakan, jalur utama mudik di Provinsi Banten, yakni Tol Jakarta-Merak saat ini dalam kondisi cukup baik. Begitu juga dengan jalan utama Jakarta-Merak yang bukan tol yang menjadi kewenangan pusat juga dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui.

Begitu pun dengan tiga jalur utama arus mudik yang menjadi kewenangan provinsi, kondisi jalan dalam keadaan mulus karena sudah dibeton dan satu jalur aspal seperti biasa dengan kondisi jalan juga baik. “Ada tiga jalur utama yang menjadi kewenangan provinsi untuk jalur mudik maupun jalur wisata. Semuanya saat ini bagus jalannya,” jelasnya.

Tiga ruas jalan Provinsi Banten tersebut, yakni Serang-Gunungsari-Mancak hingga menuju kawasan wisata Anyar. Kemudian jalur Palima-Pasar Teneng yang juga menuju kawasan wisata Pantai Anyar, Carita dan sekitarnya serta jalur Mengger-Madalawangi yang menuju Pantai Carita Pandeglang.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Pemprov Banten akan menyelesaikan pembangunan jalan yang menjadi kewenangan provinsi dalam dua tahun ini. Dengan demikian, jika salah satu program prioritas mengenai infrastruktur sudah selesai, anggarannya bisa dialihkan untuk membiayai program lainnya, salah satunya disalurkan untuk membantu pengembangan pondok pesantren.

“Tahun ini kita bangun 100 kilometer, sisanya tahun depan. Sehingga setelah jalan selesai, kita banyak memiliki anggaran, bisa untuk bantu pesantren,” kata Wahidin saat Safari Ramadan beberapa hari lalu. (Andy Zulfiana)

Sumber : www.radarbanten.co.id


Tentang Kami


Statistik Kunjungan